Langsung ke konten utama

Cukup Satu Kejadian

Apalah arti sebuah nama, nyatanya apa yang seseorang lakuin buat gue adalah segalanya. Sesuatu yang selalu gue ingat selamanya, terlebih untuk kejadian pertama kali yang bisa membuat gue dan seseorang itu saling tahu dan mengenal. Mungkin kesan pertama bukan segalanya, karna pada akhirnya semua kondisi bisa saja berubah begitu saja, namun pada kenyataannya itu adalah cara awal gue memandang seseorang. Waktu gue ketinggalan uang, seorang teman menawarkan uang miliknya dipinjam gue. Gue butuh tumpangan untuk pulang karna harus cepat sampai rumah, seorang teman menawarkan waktunya untuk mengantarkan. Gue terlihat gugup saat persentasi di depan kelas, seorang teman meneriakkan semangat buat gue. Seseorang entah siapa mengajak mengobrol dan akhirnya kita menjadi berteman karna punya kesamaan hobi. Dan banyak hal lainnya yang kadang ga kepikiran sebelumnya. Gue ga pernah lupa orang-orang itu semua. Gue selalu berusaha menghadirkan diri sebaik mungkin, menjadi diri sendiri. Gue percaya, apapun yang gue lakuin buat orang lain bakal balik lagi ke gue sendiri. Kalaupun emang engga, ya belum aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artificial Intelligence Mengubah Mimpi Jadi Solusi Nyata, Tanpa Perlu Bisa Coding

Artificial Intelligence sekarang berkembang sampai ke titik yang bikin gue sering mikir, “serius teknologi bisa sekeren ini?” Gue bukan programmer, tapi perkembangan Machine Learning dan AI bikin banyak hal yang dulu cuma kebayang sekarang bisa gue wujudkan sendiri. Salah satunya kebutuhan sederhana gue: nyatet frekuensi charging motor listrik supaya gue punya histori yang jelas dan bisa mantau kondisi baterai jangka panjang. Gue ini sebenarnya gadget enthusiast dari dulu. Suka banget baca hal teknis, suka nyobain perangkat baru, dan dulu sempat punya mimpi bisa bikin aplikasi sendiri. Bahkan sempat beli buku coding, tapi begitu mulai praktik, kepala langsung pusing. Teori paham, tapi implementasinya bikin gue nyerah. Akhirnya mimpi itu cuma jadi pajangan. Tapi sekarang, dengan AI yang bisa bantu dari ujung ke ujung, proses bikin solusi kecil yang sesuai kebutuhan pribadi jadi jauh lebih mungkin gue lakuin. 1. Kenapa Histori Charging Penting Buat Pengguna Motor Listrik Gue makin n...

Bandung: Tempat Nongkrong, Ngebut, dan Ngalor-Ngidul

Bandung, Kota Penuh Cerita dan Pesona Bandung, ibu kota Jawa Barat yang suka banget dipanggil "Paris van Java." Udara sejuknya, suasananya yang asik, pemandangan cakep, semuanya bikin betah banget. Buat turis, Bandung itu surga. Ada kuliner yang bikin perut nggak mau berhenti ngunyah, tempat wisata alam yang cakep, sampai bangunan-bangunan sejarah yang bikin Instagram lo auto estetik. Tapi buat gue, Bandung tuh bukan cuma destinasi liburan. Ini rumah. Tempat gue dibentuk jadi kayak sekarang, tetap seorang manusia.  Sebelum lanjut, lagu "Untungnya Hidup Harus Berjalan" Bernadya, kayaknya pas menemani tulisan ini.  Kenangan Bocil di Lembang Gue kecil sering pindah-pindah domisili, gara-gara bokap menyesuaikan sama kerjaannya. Tapi dari semua tempat yang pernah gue singgahin, Lembang paling juara di hati. Dari SD gue udah tinggal di situ. Tempat gue belajar makna persahabatan, tanggung jawab, sama kehidupan ala bocil yang sering main sepeda bmx. Lo tau nggak? Kebun teh...

Masih di Sampul yang Sama

Semua sudah berbeda , menjadi asing. Sebelumnya, aku dan kamu adalah  kita . Aku tidak pernah berusaha mengingat dengan sengaja, padahal aku rasa itu jauh lebih baik. Tapi ini, sebaliknya. Rasanya sakit tapi tidak berdarah.  Kota, jalan, tempat itu, semua kenangan yang tercipta saat lalu, menjadi selalu. Entah berapa hati yang ada setelah cerita kita selesai, tepatnya selesai bagimu.  Mau berapa kali pun kamu menjelaskan alasan kamu pergi, aku tidak percaya kalimat itu pernah ada. Halaman demi halaman yang berjalan di hidupku saat ini memang baru, tapi kamu bukan sekedar halaman awal, tapi aku masih menjadikanmu sampul yang tidak terganti.  Bagaimana caranya melupakanmu, jika kebencian pun masih menyisakan rindu?