Rasanya ingin mengulang semuanya dari awal, saat senyum pertamaku hadir di bingkai matamu. Saat waktu terasa tak teringat adanya, saat rasa ingin tahu tentangmu hadir tanpa jeda. Kamu yang tak pernah kucoba hadirkan sebelumnya, seakan mendobrak pintu hati dengan mulusnya. Tapi tanpa mengulang semuanya dari awal, setiap melihat matamu saja aku selalu seperti pertama kali bertemu kamu. Entah rasa ini akan hilang oleh waktu atau tidak, yang jelas aku selalu coba hadirkan senyum di wajahmu dengan caraku sendiri. Jika harus aku berbisik apapun itu kepadamu malam ini, akan aku katakan "Kamu lebih dari diriku sendiri yang aku bahagiakan"
Artificial Intelligence sekarang berkembang sampai ke titik yang bikin gue sering mikir, “serius teknologi bisa sekeren ini?” Gue bukan programmer, tapi perkembangan Machine Learning dan AI bikin banyak hal yang dulu cuma kebayang sekarang bisa gue wujudkan sendiri. Salah satunya kebutuhan sederhana gue: nyatet frekuensi charging motor listrik supaya gue punya histori yang jelas dan bisa mantau kondisi baterai jangka panjang. Gue ini sebenarnya gadget enthusiast dari dulu. Suka banget baca hal teknis, suka nyobain perangkat baru, dan dulu sempat punya mimpi bisa bikin aplikasi sendiri. Bahkan sempat beli buku coding, tapi begitu mulai praktik, kepala langsung pusing. Teori paham, tapi implementasinya bikin gue nyerah. Akhirnya mimpi itu cuma jadi pajangan. Tapi sekarang, dengan AI yang bisa bantu dari ujung ke ujung, proses bikin solusi kecil yang sesuai kebutuhan pribadi jadi jauh lebih mungkin gue lakuin. 1. Kenapa Histori Charging Penting Buat Pengguna Motor Listrik Gue makin n...
Komentar
Posting Komentar