Kata dan khususnya kata kerja adalah sesuatu yang akan kita respon untuk akhirnya kita memilih melakukannya atau tidak. Setiap kata punya arti, punya maksud. Namun di beberapa waktu yang entah kapan datangnya terkadang kita perlu menyalahartikan sebuah kata untuk membuat semua hal menjadi lebih baik dan positif. Bagaiamana ketika kata berlari menjadi sesuatu yang banyak orang pikirkan sesuatu yang melelahkan, setiap orang butuh kejelasan maksud tetapi apa salahnya jangan mengeluh sebelum menjadi pendegar yang sabar dan lebih baik sebelum mengambil keputusan, siapa tahu dengan berlari kamu mendapatkan hadiah yang kamu inginkan. Contoh lain adalah mengartikan sebuah jarak, bagaimana jarak akan selalu menghampiri kita setiap detiknya, untuk melihat mata seseorang saja kamu butuh jarak untuk menikmatinya. Coba artikan jarak sebagai sesuatu yang membuat kamu mengejar bahagia walau nyatanya tidak, tetapi pasti ada pengalaman yang mendampingi setiap keputusan yang dipilih dan selalu punya arti.
Artificial Intelligence sekarang berkembang sampai ke titik yang bikin gue sering mikir, “serius teknologi bisa sekeren ini?” Gue bukan programmer, tapi perkembangan Machine Learning dan AI bikin banyak hal yang dulu cuma kebayang sekarang bisa gue wujudkan sendiri. Salah satunya kebutuhan sederhana gue: nyatet frekuensi charging motor listrik supaya gue punya histori yang jelas dan bisa mantau kondisi baterai jangka panjang. Gue ini sebenarnya gadget enthusiast dari dulu. Suka banget baca hal teknis, suka nyobain perangkat baru, dan dulu sempat punya mimpi bisa bikin aplikasi sendiri. Bahkan sempat beli buku coding, tapi begitu mulai praktik, kepala langsung pusing. Teori paham, tapi implementasinya bikin gue nyerah. Akhirnya mimpi itu cuma jadi pajangan. Tapi sekarang, dengan AI yang bisa bantu dari ujung ke ujung, proses bikin solusi kecil yang sesuai kebutuhan pribadi jadi jauh lebih mungkin gue lakuin. 1. Kenapa Histori Charging Penting Buat Pengguna Motor Listrik Gue makin n...
Komentar
Posting Komentar